MASJIDRAYA-MAKASSAR.ID – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Masjid Raya Makassar saat seorang warga negara Italia bernama Federico Pierpaoli secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam pada Selasa (2/6/2026).
Pria yang lahir di Senigallia, Italia, pada 17 September 2001 tersebut memilih nama Islam Muhammad Zayyan Alfatih sebagai identitas barunya setelah menjadi seorang muslim.




Prosesi pengislaman berlangsung dengan khidmat di Masjid Raya Makassar dan dibimbing langsung oleh Imam Masjid Raya Makassar, Muhammad Syahril, M.HI. Dalam suasana penuh haru, Federico mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandai awal perjalanan barunya sebagai seorang muslim.
Dalam keterangannya, Muhammad Zayyan Alfatih mengungkapkan bahwa keputusannya memeluk Islam lahir dari proses pencarian dan keyakinan yang mendalam terhadap ajaran tauhid, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan spiritualnya untuk mengenal Islam lebih dekat dan menjalani kehidupan berdasarkan ajaran yang diyakininya.
Pengurus Masjid Raya Makassar menyambut dengan penuh kebahagiaan dan mengucapkan selamat datang kepada Muhammad Zayyan Alfatih sebagai bagian dari keluarga besar umat Islam. Selain itu, jamaah yang hadir juga turut mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kekuatan iman, kemudahan dalam mempelajari ajaran Islam, serta istiqamah dalam menjalankan syariat Islam.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam dan senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal serta mendalami ajarannya.
Masjid Raya Makassar terus berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para muallaf melalui berbagai program keislaman, sehingga mereka dapat memahami ajaran Islam dengan baik dan menjalankan kehidupan sebagai muslim secara utuh.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan hati saudara kita, Muhammad Zayyan Alfatih, dalam perjalanan keislamannya serta menjadikannya pribadi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama manusia.
“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.“ (QS. Al-Qashash: 56)



