Ribuan Jamaah Padati Malam Pertama I’tikaf di Masjid Raya Makassar, Imam Asal Mesir Pimpin Tahajud

MASJIDRAYA-MAKASSAR.ID – Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati Masjid Raya Makassar pada malam pertama pelaksanaan i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sejak waktu berbuka puasa hingga menjelang dini hari, menandakan meningkatnya kesadaran umat dalam menghidupkan malam-malam penuh keutamaan, khususnya dalam meraih malam Lailatul Qadar.

Pelaksanaan i’tikaf tahun ini menghadirkan suasana yang lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain jumlah jamaah yang meningkat signifikan, panitia juga menghadirkan dua imam tamu internasional asal Mesir yang memimpin pelaksanaan salat tahajud berjamaah. Kehadiran imam dari Timur Tengah ini memberikan nuansa spiritual yang lebih mendalam, terutama dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil dan penuh penghayatan.

Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Banyak di antara mereka yang sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik di dalam masjid. Sebagian jamaah bahkan memilih untuk bermalam di area masjid guna mengikuti rangkaian ibadah secara penuh, mulai dari salat Isya, tarawih, hingga tahajud dan sahur bersama. Hal ini menunjukkan bahwa i’tikaf tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah, tetapi telah menjadi momentum spiritual yang dinanti setiap tahunnya.

Kegiatan i’tikaf di Masjid Raya Makassar juga didukung oleh pengelolaan yang semakin profesional. Panitia menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi jamaah, mulai dari kebersihan area ibadah, penyediaan konsumsi sahur, hingga pengaturan saf yang tertib. Dengan kapasitas masjid yang besar dan mampu menampung ribuan jamaah, pengelolaan yang baik menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan nyaman.

Pengurus masjid, Irfan Sanusi Baco, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah jamaah i’tikaf menjadi indikator positif bagi kebangkitan semangat keagamaan masyarakat. Ia menilai bahwa momentum sepuluh malam terakhir Ramadhan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, kehadiran imam tamu dari Mesir merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih mendalam sekaligus memperkuat syiar Islam di Masjid Raya Makassar.

Lebih lanjut, Irfan juga menegaskan bahwa pihak pengurus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah, baik dari sisi fasilitas maupun program keagamaan. Ia berharap kegiatan i’tikaf ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan ibadah yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Dengan demikian, Masjid Raya Makassar dapat terus berperan sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai spiritual di Sulawesi Selatan.

Fenomena membludaknya jamaah pada malam pertama i’tikaf ini juga menjadi sinyal bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, i’tikaf menjadi ruang refleksi yang mempertemukan umat dalam suasana ibadah yang khusyuk dan penuh makna.

Dengan tingginya partisipasi jamaah dan dukungan pengelolaan yang semakin baik, pelaksanaan i’tikaf di Masjid Raya Makassar diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadhan yang inspiratif di Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas posisi masjid sebagai pusat peradaban Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial umat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *