DEWAN
PENGURUS

Ketua

Alm. Prof. Dr. H. M.
ISKANDAR IDY

Ulama, birokrat, dan akademisi yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan keagamaan di Sulawesi Selatan. Lahir pada tahun 1948 di Baranti, Sidrap, beliau mengawali karier sebagai pegawai negeri di lingkungan Kementerian Agama dan meniti perjalanan panjang hingga menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Dalam perjalanan kariernya, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Soppeng, Kepala Balai Diklat Agama Makassar, hingga Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sulawesi Selatan. Di tingkat pusat, beliau dipercaya sebagai Direktur Dana Haji serta Direktur Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama RI. Setelah purnatugas, beliau tetap mengabdi di dunia akademik dan meraih gelar profesor, serta dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalitas, dan keteladanan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengawas Masjid Raya Makassar, almarhum Prof. Dr. KH. Iskandar Idy berperan dalam memastikan arah pengelolaan masjid berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan pengalaman panjang di bidang birokrasi, pendidikan, dan keagamaan, beliau turut meletakkan fondasi pengawasan yang kuat serta mendorong masjid sebagai pusat pembinaan umat yang strategis dan berkelanjutan.

Anggota

H.
ACHMAD KALLA

Pengusaha nasional yang dikenal sebagai pendiri PT Bukaka Teknik Utama Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa teknik dan infrastruktur. Lahir pada tahun 1951, beliau memulai usahanya dari bengkel las sederhana di Cileungsi sebelum berkembang menjadi perusahaan yang mengerjakan berbagai proyek strategis, seperti jembatan, pembangkit listrik, hingga fasilitas bandara yang menjangkau pasar dalam dan luar negeri.

Perjalanan bisnis Achmad Kalla menunjukkan karakter kewirausahaan yang kuat, dengan fokus pada kemandirian industri dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap produk impor. Berawal dari produksi mobil pemadam kebakaran secara lokal, usahanya berkembang ke berbagai sektor teknik dan konstruksi, menjadikan Bukaka sebagai salah satu perusahaan nasional yang berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengawas Masjid Raya Makassar, Achmad Kalla berperan dalam memberikan pengawasan strategis terhadap tata kelola masjid agar berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pengalaman panjang di dunia industri dan manajemen proyek berskala besar, beliau turut mendorong penguatan sistem pengelolaan yang akuntabel serta berorientasi pada kemanfaatan umat.

Anggota

Prof. Dr.
ARIFUDDIN AHMAD

Merupakan ulama dan akademisi yang aktif dalam pembinaan keagamaan serta pengembangan pemikiran Islam di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai sosok intelektual yang berperan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sosial masyarakat, serta memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan dan dakwah berbasis keilmuan.

Selain kiprahnya di bidang akademik, beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, yang menunjukkan peran strategisnya dalam organisasi Islam modern. Dalam posisi tersebut, beliau terlibat dalam penguatan gerakan dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan umat berbasis nilai-nilai Muhammadiyah yang progresif dan berkemajuan.

Dalam kapasitasnya sebagai Anggota Dewan Pengawas Masjid Raya Makassar, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad berperan dalam memastikan tata kelola masjid berjalan secara profesional, transparan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Dengan latar belakang sebagai ulama, akademisi, dan organisator, beliau turut mendorong penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, serta pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.

Anggota

Ir. H.
HALIM KALLA

Pengusaha nasional asal Makassar yang memiliki pengalaman panjang di bidang bisnis dan energi. Lahir di Ujung Pandang pada 1 Oktober 1957, beliau merupakan bagian dari keluarga pengusaha Kalla dan dikenal sebagai pendiri serta pemimpin Haka Group, sebuah grup usaha yang bergerak di berbagai sektor seperti energi, konstruksi, otomotif, dan perhotelan. Selain di dunia bisnis, beliau juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Partai Golkar.

Dalam perjalanan kariernya, Halim Kalla dikenal sebagai sosok wirausahawan yang berorientasi pada pengembangan industri dan infrastruktur nasional. Berbagai unit usaha yang dipimpinnya berkontribusi dalam proyek energi dan pembangunan, serta mendorong inovasi di bidang teknologi, termasuk pengembangan kendaraan listrik dan sistem industri berbasis rekayasa.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengawas Masjid Raya Makassar, Halim Kalla berperan dalam memastikan tata kelola masjid berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan latar belakang sebagai pengusaha dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi berskala besar, beliau turut mendorong penguatan sistem manajemen masjid yang berkelanjutan serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

Anggota

Prof. Dr. H. ABD.
RAHMAN RAHIM

Akademisi dan tokoh pendidikan yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan. Lahir di Sinjai pada 27 September 1965, beliau meniti karier akademik sejak tahun 1992 sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Ujung Pandang, kemudian melanjutkan studi magister dan doktor di Universitas Hasanuddin dalam bidang linguistik.

Beliau pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar periode 2016–2020 dan dikenal berhasil mendorong peningkatan kualitas akademik, sumber daya, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam lingkungan kampus. Selain aktif mengajar, beliau juga produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia serta kerap menjadi pembicara dalam forum nasional maupun internasional.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengawas Masjid Raya Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim berperan dalam memastikan tata kelola masjid berjalan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada penguatan fungsi edukasi dan dakwah. Dengan latar belakang akademik dan kepemimpinan yang kuat, beliau turut mendorong masjid sebagai pusat pembinaan umat berbasis ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan pengembangan sumber daya manusia.