Pesan Gus Adib di Masjid Raya Makassar: Jadikan Ramadan Momentum Hijrah dan Perkuat Kerukunan

MASJIDRAYA-MAKASSAR.ID – Suasana Ramadan di Masjid Raya Makassar terasa semakin khidmat dengan kehadiran Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. M. Adib Abdushomad, M.Ag, Ph.D., pada Jumat (28/2/2026).

Dalam tausiyahnya di hadapan ratusan jamaah, sosok yang akrab disapa Gus Adib ini menekankan dua kunci utama keberhasilan ibadah puasa: Komitmen Hijrah dan Istiqamah. Menurutnya, puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan transformasi nyata bagi pribadi muslim.

Menjaga Kerukunan: Amanah dan Tanggung Jawab Bersama

Sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni bangsa, Gus Adib menjelaskan peran vital PKUB dalam merawat kerukunan di Indonesia. Beliau menegaskan bahwa kerukunan memiliki cakupan yang luas, mulai dari hubungan sesama umat beragama, antarumat beragama, hingga hubungan harmonis dengan pemerintah dan alam sekitar.

“Negara kita dikenal dunia karena keharmonisan dan kerukunannya. Tugas kita adalah menjaga apa yang sudah dibangun dengan baik ini. Jangan sampai dirusak, karena kerukunan adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas Gus Adib.

Ramadan Sebagai Momentum “Hijrah” Menjadi Pribadi Unggul

Gus Adib mengajak jamaah Masjid Raya Makassar untuk merefleksikan kualitas puasa yang dijalankan. Beliau menekankan bahwa indikator keberhasilan puasa adalah lahirnya pribadi yang lebih bertakwa dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Orang yang sukses adalah mereka yang melakukan usaha di atas rata-rata. Agar puasa kita berdampak, kita butuh komitmen yang luar biasa untuk berubah (hijrah) menjadi lebih baik. Ramadan tahun ini harus jauh lebih berkualitas dari tahun sebelumnya melalui peningkatan ibadah wajib maupun sunnah,” ungkapnya.

Bijak Bermedia Sosial: Tantangan Kerukunan di Era Digital

Salah satu poin penting yang disoroti adalah tantangan di dunia digital. Gus Adib mengingatkan jamaah agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Di era digital, kita harus lebih waspada. Pastikan setiap berita yang kita bagikan sudah tervalidasi dan terverifikasi. Jangan menjadi agen penyebar hoaks yang dapat merusak tali silaturahmi dan kerukunan umat,” pesan beliau dengan tegas.

Istiqamah: Kunci Keberkahan Pasca-Ramadan

Menutup ceramahnya, Gus Adib menekankan pentingnya Istiqamah. Beliau berharap kebiasaan baik selama Ramadan, seperti shalat berjamaah di masjid dan gemar bersedekah, tetap terjaga meskipun bulan suci telah berlalu.

“Ramadan melatih kita untuk rajin beribadah dan peduli sesama. Maka, istiqamahlah dalam kebaikan tersebut. Jangan biarkan semangat ibadah kita luntur setelah Ramadan berakhir,” pungkasnya.

Kegiatan ceramah ini pun diakhiri dengan doa bersama, memperkuat tekad jamaah untuk menjadikan Ramadan 1447 H sebagai titik balik dalam memperkokoh ketakwaan serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *